Selasa, 7 Juli 2009 | 15:31 WIB
*KOMPAS.com* - Bahasa adalah alat komunikasi manusia di muka bumi ini.
Jadi, betapa penting kemampuan bahasa ini, tak terkecuali bagi anak.
Itulah mengapa, kemampuan bahasa harus sudah diajarkan padanya sejak
dini, khususnya bahasa ibu.
Menurut Edward Andriyanto Soetardhio, M.Psi., dari Fakultas Psikologi
UI, perkembangan bahasa setiap anak intinya sama—bahkan pada anak dengan
bisu dan tuli—hingga tahap /cooing/. Jangan salah, anak bisu tuli pun
akan mengalami tahap /babbling/, hanya saja lebih terlambat daripada
anak normal. Masuk tahap selanjutnya, anak bisu tuli tidak bisa
mengikuti, yaitu berceloteh hingga mampu mengucapkan suku kata yang
menggunakan konsonan dengan kombinasi vokal.
Walau tahap alamiah bahasa akan dilalui anak normal, namun—sekali
lagi—kita tetap mesti memberikan stimulasi agar anak bisa menapaki
jenjang perkembangan bahasanya dengan benar dan sesuai dengan
tahapannya. Nah, berikut ini tip-tip mengembangkan kemampuan/kecerdasa n
bahasa anak berdasarkan tahapan usianya.
*Usia bayi*
1. Ajak bayi untuk banyak berbicara. Aturlah nada bicara Anda supaya
rendah dan lembut, sehingga tidak mengagetkan si kecil. Tatap wajah si
bayi, dan ucapkan kata-kata dengan jelas alias tidak bergumam.
2. Lakukan aktivitas bervariasi untuk merangsang kecerdasan bayi, entah
dengan bermain, bernyanyi, dan sebagainya. Yang harus diingat, dalam
sebuah aktivitas sangat mungkin beberapa kecerdasan ikut terstimulasi.
3. Berikan mainan yang menstimulasi kecerdasannya seperti mainan yang
dapat mengeluarkan suara.
4. Di usia 9 bulan pilihkan juga buku cerita dengan cerita menarik dan
gambar yang besar. Kenalkan juga semua hal yang dilihat bayi di buku
cerita, lakukan secara berulang-ulang sehingga kosakata yang dikenalnya
semakin bertambah.
5. Kenalkan juga anggota tubuh si kecil seperti tangannya, hidung, mata,
dan anggota tubuh lainnya. Bimbing bayi agar mengenali anggota tubuhnya
tersebut. Mulailah dengan anggota tubuh orangtua dulu seperti hidung,
selanjutnya tunjuk juga hidung bayi.
6. Meski belum bisa berbicara, mulai usia sekitar 9 bulanan bayi dapat
melakukan perintah sederhana seperti melempar bola, mengambil mainan
dalam jangkauannya, dan lain-lain.
*Usia batita*
1. Si kecil mulai berbicara dengan menggunakan satu kata atau lebih.
Tetapi saat berbicara suaranya masih cadel. Nah, orangtua harus segera
memberikan stimulasi yang benar yaitu memperbaiki cara berbicara anak
dengan menggunakan bahasa yang dipahami orang lain. Ketika anak berkata,
“Ma… num” (maksudnya, minta minum), segera luruskan, “Oh, Adek mau minum.”
2. Sering-seringlah mengajaknya ngobrol. Semakin banyak waktu yang
digunakan untuk berbicara bersama, akan semakin banyak kosakata anak.
3. Lakukan stimulasi lewat bercerita. Rangsang anak dengan apa yang ada
di buku cerita. “Ini ada gambar binatang berleher panjang dan berkaki
empat, namanya apa ya…? Betul, jerapah.” Dengan cara itu, kosakata anak
ikut bertambah.
4. Berikan instruksi sederhana, “Yuk, kita lipat kertasnya.” Cara ini
selain melatih bahasa, juga mengasah motorik halusnya.
5. Bermain pura-pura atau peran juga dapat dikenalkan, entah bermain
masak-masakan, dokter-dokteran, bertelepon, dan sebagainya.
*Usia prasekolah*
1. Berikan dua perintah sederhana, “Ambil bola dan tendang ke gawang.”
2. Bermain tebak-tebakan, “Binatang yang hidup di air apa, ya?”
3. Minta anak menceritakan pengalamannya di sekolah, namun jangan
sekali-kali memotong cerita anak. Simak dan perhatikan baik-baik apa
yang diceritakan. Bangun suasana gembira saat bercerita.
4. Bila anak berkata tidak jelas, minta dia mengulangi kata itu sehingga
ia dapat mengucapkannya dengan jelas.
5. Ajarkan anak menyanyi. Untuk permulaan, kenalkan dengan lagu pendek
yang sederhana. Bila memungkinkan, iringi dengan musik.
6. Berikan kesempatan kepada anak untuk memilih dan mengambil keputusan,
misal, saat membeli mainan atau buku. Setelah membeli, minta pendapat
anak tentang barang yang baru dibelinya.
*Usia sekolah*
1. Ajari anak mencintai buku. Caranya, ajak anak ke perpustakaan, toko
buku, pameran, dan sebagainya. Dorong anak untuk membeli buku
kesukaannya, lakukan diskusi kecil tentang buku yang baru dibelinya.
Selain kosakata bertambah, lewat buku, kemampuan kognitif anak juga
turut terasah.
2. Minta anak menceritakan pengalamannya di sekolah. Selain bercerita
secara langsung, kemukakan pengalaman itu dalam catatan hariannya.
3. Minta anak membuat puisi, cerita pendek, dan lain-lain.
4. Bila anak terlihat berbakat, jangan ragu untuk memasukkannya ke
kegiatan yang sesuai dan ikut pentas, entah pentas seni (membaca puisi)
di sekolah, ikut komunitas dongeng, belajar menulis, dan lain-lain.
http://perempuan. kompas.com/ read/xml/ 2009/07/07/ 15315655/ Kembangkan. Kecerdasan. Berbahasa. Anak
Read More..
Friday, July 10, 2009
Thursday, July 9, 2009
Kenali Fesesmu
Feses bukan sekadar kotoran. Sebab, buangan itu menunjukkan kesehatan
tubuh. Maka perhatikanlah kotoran Anda dengan mengamati bentuk dan
tekstur, warna, serta baunya.
*Tekstur*
Normal bila mengandung air 70-80 persen, bentuk seperti pisang atau
durian petruk, dan sedikit berekor atau berupa pasta karena dipaksa
keluar dari suatu tabung pencernaan.
Bergerak ke bawah dengan kecepatan 10 sentimeter per jam. Bila laju
pergerakan tersebut lebih lambat dari itu, air akan terserap terlalu
banyak oleh usus besar dengan hasil feses keras. Keadaan seperti itu
disebut sembelit atau konstipasi.
Feses keras dan kering, berkaitan dengan kesakitan pada saat buang air
besar.
Bila kadar air feses melewati 80 persen, feses akan lunak dan lembek;
kadar air 90 persen jadi feses diare.
*Warna*
Kuning kecokelatan: sifat asam. Saluran usus bersifat asam, menghasilkan
feses kekuningan.
Hijau atau hitam kecokelatan: sifat alkali (basa). Menu yang tinggi
kadar dagingnya merangsang pertumbuhan bakteri pembuat warna feses
gelap. Bila sembelit, saluran usus bersifat basa dan menghasilkan feses
yang berwarna hijau-cokelat.
Putih keabu-abuan: seseorang terserang penyakit jaundice (hati).
Merah darah: kemungkinan terjadi hemorrhoids (wasir).
Hitam seperti tar: menderita kanker kolon, tukak lambung, atau tukak
duodenum.
*Bau*
Asam asetat dan asam butirat: terbentuk terutama dari hasil fermentasi
gula yang terjadi di dalam saluran pencernaan oleh bakteri usus,
menyebabkan feses berbau sedikit asam.
Senyawa indole, skatol, hydrogen sulfide, dan amine: diproduksi dengan
pembusukan protein dalam usus, khususnya oleh bakteri perusak atau
pembusuk. Muncul bau tajam, pedas, dan sangat asam, yang mudah dideteksi
indra hidung karena terjadi fermentasi yang abnormal di usus. Makin
busuk bau feses, makin banyak bakteri jahat dalam usus.
http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/07/06/ KSH/mbm.20090706 .KSH130742. id.html Read More..
tubuh. Maka perhatikanlah kotoran Anda dengan mengamati bentuk dan
tekstur, warna, serta baunya.
*Tekstur*
Normal bila mengandung air 70-80 persen, bentuk seperti pisang atau
durian petruk, dan sedikit berekor atau berupa pasta karena dipaksa
keluar dari suatu tabung pencernaan.
Bergerak ke bawah dengan kecepatan 10 sentimeter per jam. Bila laju
pergerakan tersebut lebih lambat dari itu, air akan terserap terlalu
banyak oleh usus besar dengan hasil feses keras. Keadaan seperti itu
disebut sembelit atau konstipasi.
Feses keras dan kering, berkaitan dengan kesakitan pada saat buang air
besar.
Bila kadar air feses melewati 80 persen, feses akan lunak dan lembek;
kadar air 90 persen jadi feses diare.
*Warna*
Kuning kecokelatan: sifat asam. Saluran usus bersifat asam, menghasilkan
feses kekuningan.
Hijau atau hitam kecokelatan: sifat alkali (basa). Menu yang tinggi
kadar dagingnya merangsang pertumbuhan bakteri pembuat warna feses
gelap. Bila sembelit, saluran usus bersifat basa dan menghasilkan feses
yang berwarna hijau-cokelat.
Putih keabu-abuan: seseorang terserang penyakit jaundice (hati).
Merah darah: kemungkinan terjadi hemorrhoids (wasir).
Hitam seperti tar: menderita kanker kolon, tukak lambung, atau tukak
duodenum.
*Bau*
Asam asetat dan asam butirat: terbentuk terutama dari hasil fermentasi
gula yang terjadi di dalam saluran pencernaan oleh bakteri usus,
menyebabkan feses berbau sedikit asam.
Senyawa indole, skatol, hydrogen sulfide, dan amine: diproduksi dengan
pembusukan protein dalam usus, khususnya oleh bakteri perusak atau
pembusuk. Muncul bau tajam, pedas, dan sangat asam, yang mudah dideteksi
indra hidung karena terjadi fermentasi yang abnormal di usus. Makin
busuk bau feses, makin banyak bakteri jahat dalam usus.
http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/07/06/ KSH/mbm.20090706 .KSH130742. id.html Read More..
Wednesday, May 6, 2009
Empat Juta Orang Menderita GERD
Jakarta, Kompas - Belum banyak orang Indonesia yang mengetahui tentang GERD atau gastroesophageal reflux disease. Umumnya penyakit yang berkaitan dengan asam lambung selalu dikira sebagai dispepsia atau mag. Padahal, GERD adalah penyakit kronik yang bisa mengakibatkan kanker kerongkongan atau kanker lambung. Di Indonesia diperkirakan ada empat juta orang menderita GERD.
"Asam lambung bisa naik dan mengakibatkan perlukaan di kerongkongan. Lama-lama bisa menjadi kanker kerongkongan, " kata dokter ahli penyakit dalam dan konsultan penyakit lambung dan pencernaan Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr H Ari Fahrial Syam SpPD di Jakarta, Senin (4/5).
GERD merupakan kondisi adanya aliran balik dari isi lambung ke kerongkongan yang menyebabkan gejala yang mengganggu hingga terjadinya komplikasi.
Aliran balik asam lambung ke kerongkongan tidak hanya menjadi pemicu sindrom GERD (seperti naiknya aliran isi lambung ke kerongkongan atau regurgitasi ataupun nyeri dada seperti terbakar, heartburn) tetapi juga menyebabkan luka pada kerongkongan atau esofagitis. Alir balik isi lambung ini juga dilaporkan bisa menyebabkan atypical syndrome (seperti asthma reflux) yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan sulit diobati.
Komplikasi lain
GERD yang tidak diterapi dengan baik dapat menyebabkan terjadinya komplikasi, antara lain penyempitan kerongkongan, pendarahan kerongkongan dan kondisi yang disebut Barrett's esophagus (terjadi pembentukan jaringan pada dinding kerongkongan seperti yang ditemukan dalam usus). Jika hal ini terjadi, perjalanan penyakit ini berhubungan dengan kanker kerongkongan.
"Saat ini di Indonesia belum ada angka yang pasti mengenai jumlah penderita GERD, tetapi dari hospital base yang dapat ditelusuri ada sekitar 20 persen dari total pasien yang datang ke Departemen Ilmu Penyakit Dalam menyampaikan keluhan gejala GERD dari ringan hingga parah," kata dr Ari.
Faktor risiko penyakit GERD ini antara lain obesitas, tidur telentang seusai makan, merokok, alkohol, kopi, dan stres.
"Kopi meningkatkan asam lambung, begitu juga stres. Jika ada sesuatu yang tidak beres di otak, otak memerintah lambung untuk memproduksi asam lambung," kata dr Ari.
Dokter Mary Josephine dari PT AstraZeneca Indonesia mengatakan, dibandingkan dengan negara lain di Asia, Filipina 17 persen dan Taiwan 13 persen, maka hanya sekitar 1 persen penduduk Indonesia yang mengenal apa itu GERD walaupun mereka sebenarnya telah menderita GERD selama bertahun-tahun.
Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai GERD, masyarakat bisa mengakses situs web http://www.asamlamb ung. com di mana ada konsultasi secara online. (LOK) Read More..
"Asam lambung bisa naik dan mengakibatkan perlukaan di kerongkongan. Lama-lama bisa menjadi kanker kerongkongan, " kata dokter ahli penyakit dalam dan konsultan penyakit lambung dan pencernaan Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr H Ari Fahrial Syam SpPD di Jakarta, Senin (4/5).
GERD merupakan kondisi adanya aliran balik dari isi lambung ke kerongkongan yang menyebabkan gejala yang mengganggu hingga terjadinya komplikasi.
Aliran balik asam lambung ke kerongkongan tidak hanya menjadi pemicu sindrom GERD (seperti naiknya aliran isi lambung ke kerongkongan atau regurgitasi ataupun nyeri dada seperti terbakar, heartburn) tetapi juga menyebabkan luka pada kerongkongan atau esofagitis. Alir balik isi lambung ini juga dilaporkan bisa menyebabkan atypical syndrome (seperti asthma reflux) yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan sulit diobati.
Komplikasi lain
GERD yang tidak diterapi dengan baik dapat menyebabkan terjadinya komplikasi, antara lain penyempitan kerongkongan, pendarahan kerongkongan dan kondisi yang disebut Barrett's esophagus (terjadi pembentukan jaringan pada dinding kerongkongan seperti yang ditemukan dalam usus). Jika hal ini terjadi, perjalanan penyakit ini berhubungan dengan kanker kerongkongan.
"Saat ini di Indonesia belum ada angka yang pasti mengenai jumlah penderita GERD, tetapi dari hospital base yang dapat ditelusuri ada sekitar 20 persen dari total pasien yang datang ke Departemen Ilmu Penyakit Dalam menyampaikan keluhan gejala GERD dari ringan hingga parah," kata dr Ari.
Faktor risiko penyakit GERD ini antara lain obesitas, tidur telentang seusai makan, merokok, alkohol, kopi, dan stres.
"Kopi meningkatkan asam lambung, begitu juga stres. Jika ada sesuatu yang tidak beres di otak, otak memerintah lambung untuk memproduksi asam lambung," kata dr Ari.
Dokter Mary Josephine dari PT AstraZeneca Indonesia mengatakan, dibandingkan dengan negara lain di Asia, Filipina 17 persen dan Taiwan 13 persen, maka hanya sekitar 1 persen penduduk Indonesia yang mengenal apa itu GERD walaupun mereka sebenarnya telah menderita GERD selama bertahun-tahun.
Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai GERD, masyarakat bisa mengakses situs web http://www.asamlamb ung. com di mana ada konsultasi secara online. (LOK) Read More..
Tuesday, March 31, 2009
Lensa Kontak untuk Tampilan Mata Memikat

KOMPAS.com
Saat ini, tak hanya warna eye shadow, maskara, ataupun eyeliner yang bisa dimainkan untuk membuat mata terlihat lebih "berbicara". Pemakaian lensa kontak pun bisa mendorong tampilan mata Anda agar terlihat lebih bersinar. Sekadar informasi, lensa kontak memang tak hanya digunakan sebagai lensa korektif (membantu penglihatan), tetapi juga untuk kepentingan kosmetika (untuk kecantikan).
Untuk Anda yang berpenampilan trendi dan selalu up to date, cobalah sesekali menggunakan lensa kontak berwarna yang disesuaikan dengan warna pakaian. Seperti yang banyak dilakukan oleh para artis yang mengedepankan fashion, seperti Paris Hilton dan Britney Spears, yang kerap mengganti warna mata mereka menggunakan lensa kontak. Keduanya memiliki warna mata asli coklat. Namun, kini mereka menggunakan lensa kontak berwarna biru yang terlihat sesuai dengan rambut pirang mereka.
Untuk Anda yang bertipe klasik dan menyenangi dandanan yang cenderung tak neko-neko, Anda bisa memilih lensa kontak dengan warna lebih kalem, seperti coklat ataupun hitam. Untuk memperindah tampilan mata sipit, coba lensa kontak yang bisa memperbesar tampilan iris mata (bagian mata yang hitam). Artis kita yang memilih produk lensa kontak mata semacam ini adalah pesinetron Laudya Chintya Bella. Ia mengatakan bahwa lensa kontak jenis ini bisa membantunya terlihat lebih segar, bahkan ketika ia hanya tidur 4 jam malam sebelumnya. Lensa kontak membantu membuat tampilan bola mata terlihat lebih besar sehingga terlihat lebih berbinar.
Tips memakai lensa kontak yang aman:
1. Sebelum memasang lensa kontak, pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih dan steril.
2. Bersihkan dan buat steril lensa kontak yang dipakai berulang-ulang. Jangan lupa untuk membersihkan tempat penyimpanannya.
3. Jangan pernah menaruh lensa kontak dekat bibir ataupun meniupnya karena air liur mengandung bakteri yang bisa berakibat pada infeksi mata yang berbahaya.
4. Jangan mengenakan lensa kontak saat berenang.
5. Jangan meminjamkan lensa kontak kepada orang lain. Read More..
Wednesday, March 18, 2009
Merokok Sembarangan, Dihukum Enam Bulan Penjara
Liputan 6 - Rabu, Maret 18
Liputan6.com, Jakarta: Larangan merokok boleh saja digaungkan kembali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan respons yang berbeda. Masih banyak orang yang susah menghilangkan kebiasaan merokok di tempat umum, bahkan di lingkungan pemerintah sekali pun.
Guna mengefektifkan peraturan yang sudah dibuat, pemerintah berencana memberlakukan sanksi Perda Larangan Merokok secara tegas mulai April mendatang. Tak main-main, kurungan selama enam bulan atau denda sebesar Rp 50 juta harus diterima bagi masyarakat yang melanggar.
Pemprov DKI Jakarta juga akan menerjunkan petugasnya untuk mengawasi kawasan dilarang merokok, seperti sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, sarana umum, hingga perkantoran. Sebenarnya perda larangan ini bukanlah peraturan baru karena dikeluarkan pada tahun 2005. Pelaksanaan yang tidak maksimal membuat perda tersebut kerap diabaikan masyarakat.(OMI/Nova Rini dan Andhika Rahman) Read More..
Liputan6.com, Jakarta: Larangan merokok boleh saja digaungkan kembali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan respons yang berbeda. Masih banyak orang yang susah menghilangkan kebiasaan merokok di tempat umum, bahkan di lingkungan pemerintah sekali pun.
Guna mengefektifkan peraturan yang sudah dibuat, pemerintah berencana memberlakukan sanksi Perda Larangan Merokok secara tegas mulai April mendatang. Tak main-main, kurungan selama enam bulan atau denda sebesar Rp 50 juta harus diterima bagi masyarakat yang melanggar.
Pemprov DKI Jakarta juga akan menerjunkan petugasnya untuk mengawasi kawasan dilarang merokok, seperti sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, sarana umum, hingga perkantoran. Sebenarnya perda larangan ini bukanlah peraturan baru karena dikeluarkan pada tahun 2005. Pelaksanaan yang tidak maksimal membuat perda tersebut kerap diabaikan masyarakat.(OMI/Nova Rini dan Andhika Rahman) Read More..
Subscribe to:
Posts (Atom)


