Tuesday, March 31, 2009

Lensa Kontak untuk Tampilan Mata Memikat



KOMPAS.com

Saat ini, tak hanya warna eye shadow, maskara, ataupun eyeliner yang bisa dimainkan untuk membuat mata terlihat lebih "berbicara". Pemakaian lensa kontak pun bisa mendorong tampilan mata Anda agar terlihat lebih bersinar. Sekadar informasi, lensa kontak memang tak hanya digunakan sebagai lensa korektif (membantu penglihatan), tetapi juga untuk kepentingan kosmetika (untuk kecantikan).

Untuk Anda yang berpenampilan trendi dan selalu up to date, cobalah sesekali menggunakan lensa kontak berwarna yang disesuaikan dengan warna pakaian. Seperti yang banyak dilakukan oleh para artis yang mengedepankan fashion, seperti Paris Hilton dan Britney Spears, yang kerap mengganti warna mata mereka menggunakan lensa kontak. Keduanya memiliki warna mata asli coklat. Namun, kini mereka menggunakan lensa kontak berwarna biru yang terlihat sesuai dengan rambut pirang mereka.

Untuk Anda yang bertipe klasik dan menyenangi dandanan yang cenderung tak neko-neko, Anda bisa memilih lensa kontak dengan warna lebih kalem, seperti coklat ataupun hitam. Untuk memperindah tampilan mata sipit, coba lensa kontak yang bisa memperbesar tampilan iris mata (bagian mata yang hitam). Artis kita yang memilih produk lensa kontak mata semacam ini adalah pesinetron Laudya Chintya Bella. Ia mengatakan bahwa lensa kontak jenis ini bisa membantunya terlihat lebih segar, bahkan ketika ia hanya tidur 4 jam malam sebelumnya. Lensa kontak membantu membuat tampilan bola mata terlihat lebih besar sehingga terlihat lebih berbinar.

Tips memakai lensa kontak yang aman:
1. Sebelum memasang lensa kontak, pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih dan steril.
2. Bersihkan dan buat steril lensa kontak yang dipakai berulang-ulang. Jangan lupa untuk membersihkan tempat penyimpanannya.
3. Jangan pernah menaruh lensa kontak dekat bibir ataupun meniupnya karena air liur mengandung bakteri yang bisa berakibat pada infeksi mata yang berbahaya.
4. Jangan mengenakan lensa kontak saat berenang.
5. Jangan meminjamkan lensa kontak kepada orang lain.
Read More..

Wednesday, March 18, 2009

Merokok Sembarangan, Dihukum Enam Bulan Penjara

Liputan 6 - Rabu, Maret 18


Liputan6.com, Jakarta: Larangan merokok boleh saja digaungkan kembali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan respons yang berbeda. Masih banyak orang yang susah menghilangkan kebiasaan merokok di tempat umum, bahkan di lingkungan pemerintah sekali pun.
Guna mengefektifkan peraturan yang sudah dibuat, pemerintah berencana memberlakukan sanksi Perda Larangan Merokok secara tegas mulai April mendatang. Tak main-main, kurungan selama enam bulan atau denda sebesar Rp 50 juta harus diterima bagi masyarakat yang melanggar.
Pemprov DKI Jakarta juga akan menerjunkan petugasnya untuk mengawasi kawasan dilarang merokok, seperti sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, sarana umum, hingga perkantoran. Sebenarnya perda larangan ini bukanlah peraturan baru karena dikeluarkan pada tahun 2005. Pelaksanaan yang tidak maksimal membuat perda tersebut kerap diabaikan masyarakat.(OMI/Nova Rini dan Andhika Rahman)
Read More..

Wednesday, March 4, 2009

YLKI Lansir 10 Produk Makanan Bermelamin

asyarakat harus selektif memilih makanan yang bebas dari melamin. 10 Produk makanan ditemukan mengandung melamin berdasarkan uji laboratorium.Ada 10 produk yang terbukti mengandung melamin dalam uji laboratorium yang dilakukan oleh peneliti UI dari jurusan Kimia FMIPA UI Depok pada Desember 2008," ujar Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Zahir dalam jumpa pers di kantor YLKI, Jl Pancoran Barat, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2009).

Ke-10 produk makanan itu yakni:

1. Kino Bear Coklat Crispy, isi: 3x3,5 gram, registrasi MD 662211108168, produksi PT Kinosentraindustrindo,       kawasan Niaga Selatan Blok B 15, Bandar Kemayoran. Mengandung melamin 97,28 ppm.

2. Yake Assorted Candies, permen coklat panjang, isi 500 gram, tidak bernomor registrasi, produksi Fujian Yake    Food, tidak ada alamat importir. Mengandung melamin 56,54 ppm

3. F&;M, susu kental manis, isi 390 gram, registrasi ML 505417006156, importir Ikad-Jakarta, mengandung melamin  45,09 ppm

4. Kembang Gula Tirol Choco Mix, isi 10 pieces, registrasi ML 237103407045, importir PT Indomaru Lestari, Jl Semut  No 12, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Mengandung melamin 17,18 ppm

5. Dutchmill, yoghurt drink natural, isi 180 ml, registrasi ML 406505001229, produksi Diary Plus Company Limited  Nakom Sawan, Thailand. Importir PT Nirwana Lestari, Jl Raya Narogong Km 7, Bantar Gebang, Bekasi. Mengandung  melamin 15,98 ppm

6. Pura Low Fat UHT milk beverage, isi 1 L, registrasi ML 405708002189, produksi Fonterra Brands New Zealand,  importir PT Sukanda Jaya, kawasan industri MM 2100 Jl Irian Blok FF No 2, Cibitung, Bekasi. Mengandung melamin  11,70 ppm

7. Nestle Bear Brand Sterilized Low Fat Milk, isi 140 ml, produksi F&;N Dairies Thailand. Mengandung melamin 10,88   ppm

8. Crown Lonx Biskuit rasa coklat, berat 150 gram, registrasi ML 827118009109, produksi Crown Con Co ltd, importir  PT Koin Bumi, Jalan Senayan 43, Jakarta 12180. Mengandung melamin 9,54 ppm

9. Fan Fun Sweet Heart Biscuit, berat 45 gram, tidak ada nomor registrasi, tidak ada alamat importir. Mengandung  melamin 3,17 ppm

10. Yake Assorted Candies, berat 500 gram, jenis permen coklat lonjong agak lentur, tidak ada nomor registrasi,  produksi Fujian Yake Food C ltd China. Mengandung melamin 1,15 ppm.

Menurut Husna, YLKI sudah mengajukan hasil uji laboratorium ini ke BPOM. Namun saat ini belum ada hasil kajian dari BPOM.

Peneliti FMIPA UI Sunardi mengatakan, melamin dapat mengkristal dalam bubuk sehingga dapat menyumbat paru-paru dan ginjal. "Ini menyebabkan batu ginjal pada orang," kata Sunardi.

Read More..

AKHIRNYA INDONESIA MILIKI ATLAS RESMI NASIONAL

Jakarta, Kominfo Newsroom -- Setelah lebih dari enam dasawarsa merdeka, Indonesia akhirnya memiliki atlas resmi nasional menggantikan atlas Hindia Belanda yang digunakan selama ini.

''Atlas Indonesia yang ada selama ini dilkeluarkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada 1938,'' kata Kepala Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional) Rudolf W. Matindas dalam peluncuran Atlas Nasional Indonesia Volume I di Jakarta, Kamis (5/2).

Saat itu, urainya, Belanda sendiri belum memiliki atlas nasional, namun wilayah jajahannya Hindia Belanda yang sangat luas ini sangat menjadi perhatian.

Selain atlas Hindia Belanda, ujarnya, banyak juga atlas yang membahas wilayah Nusantara ini secara sepotong-sepotong dan belum merupakan informasi resmi nasional.

Atlas Nasional Indonesia, katanya, merupakan kumpulan peta tematik, deskriptif, gambar, foto dan citra satelit yang disusun secara sistemik sehingga membentuk informasi tentang fenomena, potensi dan sumber daya yang ada.

Atlas ini, lanjut dia, dikemas dalam tiga volume atlas, yakni volume 1 yang diluncurkan pada awal 2009 ini, menyajikan informasi tentang kondisi fisik dan lingkungan alam Indonesia seperti geologi, iklim, geomorfologi, kelautan, gunung api, rawan bencana, penutupan lahan hingga kawasan konservasi.

Pada 2009 ini juga, kata Rudolf, akan dilanjutkan penyelesaian atlas volume II yang membahas Potensi dan Sumberdaya dan tahun 2010 akan diselesaikan atlas volume III yang membahas sejarah, wilayah, penduduk,bBudaya dan bahasa.

Atlas Nasional Indonesia volume I yang disusun sejak 2007 dengan anggaran sekitar Rp2 miliar merupakan produk bersama antara Bakosurtanal, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Departemen ESDM, Dinas Hidro Oseonografi Mabes TNI AL, Dephut, UGM, ITB, UI dan National Geographic.

Atlas dengan perbandingan 1:250.000 ini diluncurkan dalam bentuk buku cetakan yang dicetak sebanyak 800 eksemplar dan akan didistribusikan kepada instansi pemerintah, kedutaan besar, hingga institusi pendidikan.

''Namun masyarakat umum juga dapat memperolehnya dengan ongkos pengganti Rp200 ribu atau mengaksesnya pada web Atlas Nasional Indonesia,'' katanya.

Dibanding dengan atlas Hindia Belanda, tentu saja atlas tersebut sudah banyak sekali berubah, dari mulai perubahan luas hutan, pembukaan sawah, jumlah saluran irigasi, penyebaran penduduk dan pengembangan kota-kota baru, jaringan transportasi, jumlah bandara hingga pelabuhan.

''Bisa kelihatan bedanya antara dulu dan sekarang,'' katanya sambil menambahkan bahwa idealnya untuk suatu daerah yang perkembangannya sangat pesat, seharusnya dikeluarkan atlasnya lima tahun sekali, berbeda dengan daerah yang tidak mengalami perubahan. (Antara News/ysoel)

Read More..

What is IT Governance?

IT governance is management's ability to direct and control the enterprise's IT activities in line with organisational strategic goals. Leadership, organisational structure and processes are used to leverage IT resources and drive alignment, the delivery of value, management of risk, optimisation of resources, sustainability and the management of performance.     

The challenge is to address stakeholder expectations when multiple business units "own" and "use" the same set of services and where most applications are "owned" by individual business units that control the budget for design, development, and support. The first step towards better governance is to establish accountability. This requires an examination of the roles and responsibilities within the processes used for decision-making that can impact on the achievement of strategic goals.  

Decision-making can be found at all levels within an organisation. The most basic decision is how to use one's available time. Good governance will enable alignment of daily activities with strategic goals and encourages individuals to first perform those tasks that can impact strategic goals by linking tasks to activity goals, process goals, IT goals and the organisation's business goals. Individuals are empowered with knowledge about "what" is expected and are freed from narrow job descriptions of "how" to perform the tasks. They are encouraged to determine the "best practice" for undertaking these tasks aiming at discovering what will be sufficient for the particular organisation.

Processes are defined to organise IT activities in a manner that is intended to be efficient and effective. Processes exist at various layers within the enterprise and are influenced by the organisational structure and leadership provided. Implementing IT governance is iterative and occurs at the strategic, tactical and operational levels in line with stakeholder priorities.

Developing a capability to better govern encompassess people (i.e. roles), process and technology and requires the managing of outcomes consistent with measurable preconditions. The purpose is to institutionalise discipline and maturity in IT processes so as to gain greater control and economies in achieving strategic goals.  

Read More..