Thursday, July 9, 2009

Kenali Fesesmu

Feses bukan sekadar kotoran. Sebab, buangan itu menunjukkan kesehatan
tubuh. Maka perhatikanlah kotoran Anda dengan mengamati bentuk dan
tekstur, warna, serta baunya.

*Tekstur*

Normal bila mengandung air 70-80 persen, bentuk seperti pisang atau
durian petruk, dan sedikit berekor atau berupa pasta karena dipaksa
keluar dari suatu tabung pencernaan.

Bergerak ke bawah dengan kecepatan 10 sentimeter per jam. Bila laju
pergerakan tersebut lebih lambat dari itu, air akan terserap terlalu
banyak oleh usus besar dengan hasil feses keras. Keadaan seperti itu
disebut sembelit atau konstipasi.

Feses keras dan kering, berkaitan dengan kesakitan pada saat buang air
besar.

Bila kadar air feses melewati 80 persen, feses akan lunak dan lembek;
kadar air 90 persen jadi feses diare.

*Warna*

Kuning kecokelatan: sifat asam. Saluran usus bersifat asam, menghasilkan
feses kekuningan.

Hijau atau hitam kecokelatan: sifat alkali (basa). Menu yang tinggi
kadar dagingnya merangsang pertumbuhan bakteri pembuat warna feses
gelap. Bila sembelit, saluran usus bersifat basa dan menghasilkan feses
yang berwarna hijau-cokelat.

Putih keabu-abuan: seseorang terserang penyakit jaundice (hati).

Merah darah: kemungkinan terjadi hemorrhoids (wasir).

Hitam seperti tar: menderita kanker kolon, tukak lambung, atau tukak
duodenum.

*Bau*

Asam asetat dan asam butirat: terbentuk terutama dari hasil fermentasi
gula yang terjadi di dalam saluran pencernaan oleh bakteri usus,
menyebabkan feses berbau sedikit asam.

Senyawa indole, skatol, hydrogen sulfide, dan amine: diproduksi dengan
pembusukan protein dalam usus, khususnya oleh bakteri perusak atau
pembusuk. Muncul bau tajam, pedas, dan sangat asam, yang mudah dideteksi
indra hidung karena terjadi fermentasi yang abnormal di usus. Makin
busuk bau feses, makin banyak bakteri jahat dalam usus.

http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/07/06/ KSH/mbm.20090706 .KSH130742. id.html

0 comments: